Jumat, 17 Mei 2013

Orkitis


Orkitis adalah suatu peradangan pada salah satu atau kedua testis (buah zakar).

PENYEBAB
Orkitis bisa disebabkan oleh sejumlah bakteri dan virus.
Virus yang paling sering menyebabkan orkitis adalah virus gondongan (mumps). Hampir 15-25% pria yang menderita gondongan setelah masa pubertasnya akan menderita orkitis.
Orkitis juga ditemukan pada 2-20% pria yang menderita bruselosis.

Orkitis sering dihubungkan dengan infeksi prostat atau epididimis, serta merupakan manifestasi dari penyakit menular seksual (misalnya gonore atau klamidia).

Faktor resiko untuk orkitis yang tidak berhubungan dengan penyakit menular seksual adalah: # Immunisasi gondongan yang tidak adekuat
# Usia lanjut (lebih dari 45 tahun)
# Infeksi saluran kemih berulang
# Kelainan saluran kemih.

Faktor resiko untuk orkitis yang berhubungan dengan penyakit menular seksual adalah:
# Berganti-ganti pasangan
# Riwayat penyakit menular seksual pada pasangan
# Riwayat gonore atau penyakit menular seksual lainnya.

GEJALA
Gejalanya berupa:
# Pembengkakan skrotum
# Testis yang terkena terasa berat, membengkak dan teraba lunak
# Pembengkakan selangkangan pada sisi testis yang terkena
# Demam
# Dari penis keluar nanah
# Nyeri ketika berkemih (disuria)
# Nyeri ketika melakukan hubungan seksual atau ketika ejakulasi
# Nyeri selangkangan
# Nyeri testis, bisa terjadi ketika buang air besar atau mengedan
# Semen mengandung darah.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan dan pembengkakan testis yang terkena.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah:
# Analisa air kemh
# Pembiakan air kemih
# Tes penyaringan untuk klamidia dan gonore
# Pemeriksaan darah lengkap
# Pemeriksaan kimia darah.

PENGOBATAN
Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik.
Selain itu juga diberikan obat pereda nyeri dan anti peradangan.

Jika penyebabnya adalah virus, hanya diberikan obat pereda nyeri.

Penderita sebaiknya menjalani tirah baring, skrotumnya diangkat dan dikompres dengan air es.

PENCEGAHAN
Immunisasi gondongan bisa mencegah terjadinya orkitis akibat gondongan.

Perilaku seksual yang aman dan terlindung (misalnya tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom) bisa mengurangi resiko terjadinya orkitis akibat penyakit menular seksual.

GANGGUAN PADA TESTIS

Epididimitis


Epididimitis adalah peradangan pada epididimis.

Epididimis adalah sebuah struktur yang terletak di atas dan di sekeliling testis (buah zakar).
Fungsinya adalah sebagai pengangkut, tempat penyimpanan dan tempat pematangan sel sperma yang berasal dari testis.

Epididimis akut bisanya lebih berat daripada epididimis kronis.
Epididimis kronis berlangsung selama lebih dari 6 minggu.



PENYEBAB
Epididimitis biasanya disebabkan oleh bakteri yang berhubungan dengan:
# Infeksi saluran kemih
# Penyakit menular seksual (misalnya klamidia dan gonore)
# Prostatitis (infeksi prostat).

Epididimitis juga bisa merupakan komplikasi dari:
# Pemasangan kateter
# Prostatektomi (pengangkatan prostat).

Resiko yang lebih besar ditemukan pada pria yang berganti-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom.

GEJALA
Gejalanya berupa nyeri dan pembengkakan skrotum (kantung zakar), yang sifatnya bisa ringan atau berat.
Peradangan yang sangat hebat bisa menyebabkan penderita tidak dapat berjalan karena sangat nyeri.

Infeksi juga bisa menjadi sangat berat dan menyebar ke testis yang berdekatan.
Infeksi hebat bisa menyebabkan demam dan kadang pembentukan abses (pernanahan).

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah:
# Benjolan di testis
# Pembengkakan testis pada sisi epididimis yang terkena
# Pembengkakan selangkangan pada sisi yang terkena
# Nyeri testis ketika buang air besar
# Demam
# Keluar nanah dari uretra (lubang di ujung penis)
# Nyeri ketika berkemih
# Nyeri ketika berhubungan seksual atau ejakulasi
# Darah di dalam semen
# Nyeri selangkangan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Testis pada sisi yang terkena kadang membengkak. Nyeri tekan biasanya terbatas pada daerah tertentu (tempat melekatnya epididimis).
Bisa ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
# Analisa dan pembiakan air kemih
# Tes penyaringan untuk klamidia dan gonore
# Pemeriksaan darah lengkap
# Pemeriksaan kimia darah.

PENGOBATAN
Untuk mengatasi infeksi, diberikan antibiotik.
Selain itu juga diberikan obat pereda nyeri dan anti peradangan.

Penderita sebaiknya menjalani tirah baring dengan skrotum diangkat dan dikormpres dingin.

PENCEGAHAN
Pada saat menjalani pembedahan, seringkali diberikan antibiotik profilaktik (sebagai tindakan pencegahan) kepada orang-orang yang memiliki resiko menderita epididimitis.

Epididimitis akibat penyakit menular seksual bisa dicegah dengan cara melakukan hubungan seksual yang aman dan terlindungi (misalnya tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom).


GANGGUAN PADA TESTIS

Pembengkakan Pada Testis


Testis bisa bengkak karena banyak sebab. Penyebab yang mungkin termasuk kanker, testicular torsion, hernia inguinal, epididymitis, hydrocele, dan varicocele. Penyebab-penyebab yang lainnya jarang terjadi pada orang dewasa.

Lymphedema menyebabkan pembengkakan yang sakit sekali pada seluruh kantung kemaluan. Lymphedema dihasilkan paling sering dari penyumbatan pada cairan darah atau cairan getah bening yang kembali ke dalam tubuh. Sirosis dan gagal jantung adalah penyebab yang paling sering. Lymphedema bisa juga dihasilkan dari tekanan pada perut atau urat pelvis atau kelenjar getah bening (misalnya, oleh tumor). Seorang dokter membuat diagnosa pada lymphedema berdasarkan dari hasil sebuah pemeriksaan fisik. Mengobati masalah yang mendasarinya biasanya menghasilkan hasil yang baik dibandingkan dengan cara operasi.

Mumps, sebuah infeksi virus, biasanya mempengaruhi anak-anak. Jika seorang dewasa terkena mumps, testis bisa menjadi terasa sakit dan membengkak dan bisa kadang kala menyusut dan berhenti bekerja (atrophy). Mumps secara permanen bisa merusak kemampuan testis untuk menghasilkan sperma tetapi biasanya tidak menyebabkan kemandulan sempurna sampai hal itu mempengaruhi kedua testis.

Spermatocele adalah sebuah penumpukan pada sperma di dalam kantung yang terbentuk di samping epididymis. Kebanyakan tidak terasa sakit Ketika kebanyakan spermatocele tidak membutuhkan pengobatan, salah satu yang membesar atau mengganggu bisa diangkat dengan cara operasi.


GANGGUAN PADA TESTIS

Varicocele


Varicocele adalah sebuah kondisi dimana suplai darah pada testis membentuk pembuluh varises.

Pembuluh darah / vena mengandung klep yang mencegah darah mengalir kembali. Kerusakan klep disebabkan oleh varicocele. Varicocele biasanya terbentuk pada sisi sebelah kiri skrotum dan tidak menghasilkan gejala. Kemungkinan lain, varicocele bisa menyebabkan rasa sakit dan perasaan penuh yang mengganggu. Varicocele dirasakan seperti sekantong cacing ketika pria sedang berdiri. Meskipun begitu, pembengkakan tersebut biasanya hilang ketika dia berbaring karena aliran darah menuju pembuluh yang melebar berkurang. Jarang, sebuah varicocele mempengaruhi kesuburan.

Jika gejala-gejalanya parah, seorang dokter bisa mengobati varicocele dengan cara operasi pengikatan pembuluh yang terkena.

PENYEBAB
Saluran sperma membawa darah masuk dan keluar dari testis. Tidak diketahui apa yang menyebabkan varicocele, tetapi banyak ahli percaya bahwa varikokel terbentuk ketika katup-katup di dalam pembuluh darah pada simpulnya mencegah darah mengalir dengan baik. Sehingga akan menyebabkan urat menjadi melebar (dilatasi).

Varikokel sering terjadi selama pubertas. Varicocele biasanya terjadi di sisi kiri, kemungkinan besar karena posisi vena testis kiri. Namun, varikokel dalam satu testis dapat mempengaruhi produksi sperma pada kedua buah pelir.

DIAGNOSA
Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, yang dapat mengungkapkan massa yang membentuk gulungab, tidak lembut pada testis Anda yang mungkin terasa seperti segumpal cacing. Jika cukup besar, dokter Anda akan dapat merasakannya. Jika Anda memiliki varikokel kecil, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk berdiri, menarik napas dalam-dalam dan menahannya ketika Anda jongkok (Valsava manuver). Hal ini membantu dokter mendeteksi pembesaran abnormal pembuluh darah.

Jika pemeriksaan fisik tidak meyakinkan, dokter Anda meminta untuk melakukan USG skrotum. Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar yang tepat dari struktur di dalam tubuh Anda, dapat digunakan untuk memastikan tidak ada hal lain untuk gejala Anda. Salah satu kondisi tersebut adalah tumor yang menekan vena spermatika.

PENGOBATAN
Pengobatan varikokel mungkin tidak diperlukan. Namun, jika varikokel Anda menyebabkan rasa sakit, atrofi testis atau infertilitas, Anda mungkin perlu melakuakn pengobatan varikokel. Tujuan operasi adalah untuk menutup vena yang terkena dan mengarahkan kembali aliran darah ke dalam pembuluh normal. Namun, efek perbaikan varikokel pada kesuburan tidak jelas.

Meskipun varicoceles biasanya berkembang pada masa remaja, namun kurang jelas apakah Anda harus mengobati varikokel pada waktu itu. Indikasi untuk memperbaiki varikokel pada masa remaja meliputi atrofi testis progresif, nyeri atau hasil analisis semen yang abnormal.

Operasi varikokel relatif sedikit memberi risiko antara lain :

   1. Membentuk cairan di sekitar testis (hidrokel)
   2. Kambuhnya varicocele
   3. Kerusakan arteri

Metode Perbaikan meliputi:

    * Operasi terbuka. Hal inii adalah pengobatan yang paling sering dilakuakn, biasanya dilakukan dengan rawat jalan, dengan menggunakan bius lokal atau bius umum. Paling sering, dokter bedah Anda akan menangani urat melalui pangkal paha (transinguinal), tetapi mungkin juga dengan membuat irisan di perut atau di bawah pangkal paha.

      Alat bantu dalam perbaikan varikokel menyebabkan pengurangan komplikasi pasca operasi. Salah satu adalah penggunaan mikroskop bedah, yang memungkinkan ahli bedah untuk melihat daerah perlakuan yang lebih baik selama operasi. Lainnya adalah penggunaan USG Doppler, yang membantu memandu prosedur.

      Anda mungkin dapat kembali normal, melakukan kegiatan yang tidak berat setelah dua hari. Sepanjang Anda nyaman, anda dapat kembali ke aktivitas yang lebih berat, seperti berolahraga, setelah dua minggu.

      Rasa nyeri dari operasi ini umumnya ringan. Dokter mungkin memberi Anda obat anti nyeri selama dua hari pertama setelah operasi. Setelah itu, dokter mungkin menyarankan Anda untuk minum obat penghilang rasa sakit OTC, seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk meringankan rasa tidak nyaman.

      Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk tidak melakukan hubungan seksual selama satu minggu. Butuh waktu kurang lebih 72 hari, untuk sperma melakukan regenerasi, sehingga Anda harus menunggu tiga atau empat bulan setelah pembedahan untuk mendapatkan analisis air mani untuk menentukan apakah perbaikan varikokel berhasil dalam mengembalikan kesuburan Anda.
    * Operasi Laparoskopi. Dokter bedah membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan sebuah alat kecil melalui sayatan untuk melihat dan memperbaiki varikokel tersebut. Prosedur ini memerlukan anestesi umum, tidak digunakan umumnya karena menimbulkan risiko yang lebih besar dibanding keuntungan.
    * Percutaneous embolisasi. Ahli radiologi tabung menyisipkan ke dalam pembuluh darah di pangkal paha atau leher melalui instrumen yang dapat masuk. Mencari urat yang membesar di monitor, dokter melepas gulungan atau balon untuk membuat penyumbatan di pembuluh darah testis, yang menghambat dan perbaikan aliran darah dari varikokel tersebut. Prosedur ini menggunakan obat bius dan mungkin memakan waktu beberapa jam. Prosedur ini tidak banyak digunakan karena risiko yang lebih besar daripada operasi terbuka dan menawarkan keuntungan sedikit.

GANGGUAN PADA TESTIS

Hydrocele


Hydrocele adalah penumpukan cairan pada selaput yang melindungi testis atau testes.

PENYEBAB

Hydrocele bisa ada ketika lahir atau terjadi kemudian di dalam hidup. Hal ini paling sering terjadi setelah usia 40 tahun. Biasanya penyebabnya tidak diketahui. meskipun begitu, keadannya kadangkala diakibatkan oleh sebuah gangguan testicular (misal, luka, epididymitis, atau kanker).

GEJALA

Biasanya, hydrocele tidak menyebabkan gejala; hal ini ditemukan sebagai bengkak yang tidak menyakitkan di sekitar testis.

DIAGNOSA

Seorang dokter bisa menyinari lampu terang pada bengkak (transillumination) untuk memastikan diagnosa. Pemeriksaan ultrasonik pada testis dilakukan pada hal yang luar biasa-misal, pada pria muda dengan sebab tidak nyata untuk hydrocele. Ultrasonik bisa mengungkapkan infeksi atau tumor.

PENGOBATAN

Kebanyakan hydrocele tidak membutuhkan pengobatan. Meskipun begitu, operasi pengangkatan kadangkala dilakukan untuk hydrocele yang tidak biasa besarnya.


GANGGUAN PADA TESTIS

DISFUNGSI SEKSUAL PRIA

Impotensi

Impotensi (Disfungsi Ereksi) adalah ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.
PENYEBAB  Read More


Gairah Seksual (Libido) Yang Rendah

Gairah Seksual Yang Rendah adalah hilangnya fantasi seksual yang sifatnya menetap dan sedikitnya gairah untuk melakukan aktivitas seksual. 

PENYEBAB
Gairah seksual yang rendah terjadi pada pria maupun wanita.
Beberapa orang memiliki gairah atau ketertarikan seksual yang kurang selama hidupnya.

Kelainan ini mungkin berhubungan dengan:
- peristiwa traumatik pada masa kanak-kanak atau remaja
- penekanan fantasi seksual
- kadar hormon testosteron yang rendah (baik pada pria maupun wanita).

Biasanya kelainan ini terjadi setelah bertahun-tahun sebelumnya memiliki gairah seksual yang normal.
Penyebabnya bisa berupa:
- kejenuhan dalam suatu hubungan
- depresi
- gangguan hormonal
- pemakaian obat-obat penenang, anti-cemas, anti-depresi dan obat tertentu untuk mengatasi tekanan darah tinggi.
Read more

Ejakulasi Dini

Ada beberapa pengertian yang dianut oleh para ahli mengenai ejakulasi dini, yaitu:

   1. Batasan ejakulasi dini didasarkan pada waktu tertentu ketika terjadi ejakulasi.
   2. Ejakulasi dini ditentukan oleh berapa kali seorang pria mampu melakukan gerakan ketika berhubungan seksual sebelum terjadi ejakulasi.
   3. Ejakulasi dini diartikan sebagai ketidakmampuan menahan ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme.
   4. Ejakulasi dini ditentukan oleh mampu tidaknya pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya.

Berdasarkan pengertian yang keempat, maka ejakulasi dini berarti ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat, yang tidak sesuai dengan keinginannya, sedangkan ejakulasi sendiri adalah peristiwa penyemburan air mani ke luar secara mendadak yang menandai klimaks bagi pria. Tampaknya pengertian keempat yang kini lebih dapat diterima.


PENYEBAB    Read more


Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda adalah suatu keadaan dimana ereksi tetap terjadi, tetapi ejakulasinya tertunda selama waktu yang cukup panjang.

PENYEBAB   Read more

Ejakulasi Dini (Sebelum Waktunya)

Ejakulasi Sebelum Waktunya (ejakulasi dini) adalah ejakulasi yang terjadi terlalu dini, yaitu biasanya sebelum, pada saat atau segera setelah penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).

Ejakulasi dini bisa menimbulkan masalah pada pasangan suami-istri.
Jika sang suami telah mengalami ejakulasi sebelum istrinya mencapai orgasme, maka sang istri akan merasakan ketidakpuasan dan menjadi kesal.

PENYEBAB  Read more

Erectile Dysfunction (ED) / Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi (impotensi)/ Erectile Dysfunction (ED) adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau menjaga ereksi tetap pada waktu penetrasi.

    * Penyebabnya bisa karena gangguan yang mengurangi aliran darah atau kerusakan syaraf yang menuju penis, gangguan hormon, penggunaan obat-obatan tertentu, atau masalah psikologi.
    * Pada kebanyakan pria, gairah seks (libido) juga menurun.
    * Sebuah pemeriksaan fisik (termasuk pengukuran tekanan darah), tes darah, uji ereksi selama tidur, dan kadangkala ultrasonography dapat mengenali pemicu gangguan disfungsi ereksi.
    * Obat-obatan, diberikan melalui mulut atau disuntikkan ke dalam penis, dapat membantu, begitu juga alat penekan dan vakum dan terapi psikologi.

Setiap pria adakalanya tidak bisa mencapai ereksi, adalah normal. Disfungsi ereksi terjadi ketika persoalan yang sering atau terus-menerus.

Disfungsi ereksi bisa ringan sampai parah. Seorang pria dengan disfungsi ereksi ringan kadangkala bisa mencapai ereksi penuh, namun lebih sering mencapai ereksi yang tidak cukup untuk penetrasi atau tidak ereksi sama sekali. Seorang pria dengan disfungsi ereksi parah jarang bisa mencapai ereksi.

Disfungsi ereksi menjadi lebih sering terjadi seiring usia namun bukan bagian dari proses penuaan normal. Sekitar setengah dari pria berusia 65 tahun dan tiga perempat pria berusia 80 tahun mengalami disfungsi ereksi.

PENYEBAB  Read more

Disfungsi Seksual Pria

Pada laki-laki, disfungsi seksual mengacu kepada kesulitan terlibat dalam hubungan seks. Disfungsi seksual meliputi berbagai gangguan yang mempengaruhi gairah seks (libido), kemampuan untuk mencapai atau menjaga ereksi (disfungsi ereksi, atau impoten), ejakulasi, dan kemampuan untuk mencapi orgasme.

Anda perlu tahu ....
* Disfungsi seksual bisa mempengaruhi dorongan seks atau kemampuan untuk mengalami ereksi, untuk ejakulasi, atau mengalami orgasme.
* Seberapa besar disfungsi seksual berhubungan dengan faktor fisik dan seberapa besar berhubungan dengan faktor psikologi bisa jadi sulit atau mustahil untuk dibedakan.


Masalah Kesehatan Sperma

Untuk menjadi subur, seorang pria harus bisa untuk mengeluarkan sperma normal dalam jumlah yang cukup ke vagina wanita, dan sperma harus bisa membuahi sel telur. Kondisi yang bertentangan dengan proses ini bisa membuat seorang pria kurang subur.

PENYEBAB

Kondisi yang meningkatkan suhu pada testis (dimana sperma dihasilkan) bisa mengurangi jumlah sperma dalam jumlah besar dan gerakan sperma yang kuat bisa meningkatkan jumlah sperma yang tidak normal. Suhu kemungkinan meningkat dengan berhubungan dengan panas yang berlebihan, gangguan yang menghasilkan demam jangka panjang, testis yang tidak turun (kelainan langka yang hadir pada saat lahir, dan pembuluh varicose pada testis (varicocele).

Gangguan hormon tertentu atau genetik bisa menghalangi produksi sperma. Gangguan hormon termasuk hyperprolactinemia, hypothyroidusm, hypogonadism, dan gangguan pada kelenjar adrenalin (yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon lain) atau kelenjar pituitari (yang mengendalikan produksi testosteron). Gangguan genetik meliputi kelainan pada kromosom seks, yang terjadi pada sindrom Klinefelter.

Penyebab lain pada pengurangan produksi sperma termasuk penyakit gondok yang mempengaruhi testis (penyakit gondok orchitis), luka pada testis, berhubungan dengan industri atau racun lingkungan, dan obat-obatan. Obat-obatan termasuk androgen (seperti testosteron), aspirin ketika digunakan untuk jangka waktu lama, chlorambucil, cimetidine, colchicines, kortikosteroid (seperti prednison), cotrimoxazole, cyclophosphamide, obat-obatan digunakan untuk mengobati malaria, estrogen digunakan untuk mengobati kanker prostat, mariyuana, medroxyprogesteron, methotrexate, penghambat monoamine oxidase (MAOIs-salah satu jenis antidepresan), nikotin, nitrofurantoin, opoid (narkotika), spironolactone, dan sulfasalazine. Penggunaan steroid anabolik bisa mempengaruhi kadar hormon dan dengan demikian juga menghalangi produksi sperma. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan bisa mengurangi produksi sperma.

Beberapa gangguan menghasilkan kekosongan lengkap pada sperma di dalam semen (azoospermia). Termasuk gangguan serius pada testis dan penyumbatan atau kehilangan vasa deferentia, kehilangan seminal vesicles, dan penyumbatan pada kedua kantung ejaculator.

Kadangkala, semen, yang mengandung sperma, bergerak dalam perintah yang salah (ke dalam kantung sebagai ganti penis turun). Gangguan ini, disebut ejakulasi retrograde, lebih sering terjadi pada pria yang mempunyai diabetes atau mereka yang mengalami operasi panggul, seperti pengangkatan prostat. Kemandulan bisa terjadi.

DIAGNOSA   Read more.

Impotensi




Impotensi (Disfungsi Ereksi) adalah ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.
PENYEBAB

Impotensi biasanya merupakan akibat dari:
# Kelainan pembuluh darah
# Kelainan persarafan
# Obat-obatan
# Kelainan pada penis
# Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia; sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda.
Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut.
Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) bisa menyebabkan impotensi.
Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah arteri ke penis.

Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi.
Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat:
# Cedera
# Diabetes melitus
# Sklerosis multipel
# Stroke
# Obat-obatan
# Alkohol
# Penyakit tulang belakang bagian bawah
# Pembedahan rektum atau prostat.

Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengkonsumsi obat-obatan).
Obat-obat yang bisa menyebabkan impotensi adalah:
- Anti-hipertensi
- Anti-psikosa
- Anti-depresi
- Obat penenang
- Simetidin
- Litium.

Kadang impotensi terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron.
Tetapi penurunan kadar hormon pria (yang cenderung terjadi akibat proses penuaan), biasanya lebih sering menyebabkan penurunan gairah seksual (libido).

Beberapa faktor psikis yang bisa menyebabkan impotensi:
# Depresi
# Kecemasan
# Perasaan bersalah
# Perasaan takut akan keintiman
# Kebimbangan tentang jenis kelamin.

GEJALA

Penderita tidak mampu memulai dan mempertahankan ereksi.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari adanya perubahan ciri seksual pria, misalnya payudara, testis dan ukuran penis, serta perubahan pada rambut, suara maupun kulit.

Untuk mengetahui adanya kelainan pada arteri di panggul dan selangkangan (yang memasok darah ke penis), dilakukan pengukuran tekanan darah di tungkai.

Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan:
# Pemeriksaan darah lengkap
# Pemeriksaan gula darah untuk diabetes
# Pemeriksaan kadar TSH
# USG penis.

PENGOBATAN

Impotensi biasanya bisa diobati tanpa pembedahan.
Jenis pengobatan tergantung kepada penyebabnya.

Latihan khusus dilakukan oleh penderita impotensi akibat masalah psikis, yaitu yang disebut Teknik pemusatan sensasi 3 tahap.
Teknik ini mendorong hubungan intim dan kehangatan emosional, yang lebih menitikberatkan kepada membangun sebuah hubungan:

   1. Tahap I : bercumbu, pasangan berkonsentrasi untuk menyenangkan satu sama lain tanpa menyentuh daerah kemaluan.
   2. Tahap II : pasangan mulai menyentuh daerah kemaluan atau daerah erotis lainnya, tetapi belum melakukan hubungan badan.
   3. Tahap III : melakukan hubungan badan.

Masing-masing mencapai kenyamanan pada setiap tahap keintiman sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya.
Jika teknik tersebut tidak berhasil, mungkin penderita perlu menjalani psikoterapi atau terapi perilaku seksual.
Jika penderita mengalami depresi, bisa diberikan obat anti depresi.

Sildenafil adalah obat yang bisa meningkatkanaliran darah ke penis.
Obat ini diminum 30-60 menit sebelum melakukan hubungan seksual, hanya efektif jika disertai dengan gairah seksual.
Tidak boleh diminum bersamaan dengan nitrat karena bisa menimbulkan efek samping yang serius.

Jika impotensi atau hilangnya gairah seksual terjadi akibat kadar testosteron yang rendah, penderita sebaiknya menjalani terapi sulih hormon.
Testosteron disuntikkan setiap minggu atau diberikan dalam bentuk plester.
Efek sampingnya adalah pembesaran prostat dan kelebihan sel darah merah yang bisa menyebabkan stroke.

Alat pengikat atau penghisap seringkali digunakan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi, tetapi alat ini tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan perdarahan atau penderita yang mengkonsumsi obat antikoagulan.
Alat pengikat (berupa tali atau cincin yang terbuat dari logam, karet atau kulit) dipasang di dasar penis untuk memperlambat aliran darah dari penis.
Alat penghisap (berupa kotak berongga dan pompa) dipasang pada penis. Tekanan hampa udara membantu pengaliran darah ke dalam arteri penis. Ketika penis ereksi, sebuah alat pengikat dipasang untuk mencegah pengaliran darah dari vena. Kombinasi kedua alat tersebut bisa mempertahankan ereksi selama 30 menit.
Kadang alat pengikat menyebabkan masalah ketika ejakulasi, terutama jika diikat terlalu ketat. Demi kemanan, sebaiknya setelah 30 menit alat tersebut dilepaskan.
Jika terlalu sering digunakan, alat penghisap bisa menimbulkan memar.

Impotensi juga bisa diobati dengan suntikan obat khusus yang dilakukan sendiri oleh penderita.
Obat ini disuntikkan langsung ke dalam jaringan erektil pada penis (korpus kavernosa. Ereksi terjadi dalam waktu 5-10 menit setelah obat disuntikkan dan bisa bertahan selama 60 menit.
Efek sampingnya adalah memar dan sakit. Selain itu, penyuntikkan juga bisa menyebabkan priapisme (ereksi yang menetap dan nyeri).

Jika impotensi tidak memberikan respon terhadap berbagai pengobatan di atas, bisa dilakukan pencangkokan penis atau digunakan prostese (penis buatan).
Salah satu alat yang dicangkokkan berupa batang kekar yang dimasukkan ke dalam penis untuk menimbulkan ereksi yang menetap. Alat lainnya berupa balon yang dimasukkan ke dalam penis dan ditiup sebelum penderita melakukan hubungan seksual.